Semarang - Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan kompetensi Peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial JPT Pratama, untuk menjamin akuntabilitas jabatan yang meliputi tersusunnya rumusan alternatif kebijakan yang memberi solusi, tercapainya hasil kerja unit selaras dengan tujuan organisasi, terwujudnya pengembangan strategi yang terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi dan terwujudnya kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai outcome organisasi. Adapun sasaran Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Hari ini Rabu 6 Juli 2022 Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XV yang diselenggaran oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah telah resmi di buka dan akan dimulai pada tanggal 6 Juli s/d 11 November 2022 di kampus Merapi BPSDMD Provinsi Jawa Tengah dan Instansi masing-masing dengan target peserta sebanyak 60 orang yang berasal dari Lembaga/Kementerian/Provinsi/Kabupaten/Kota di Indonesia. Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XV di hadiri langsung Oleh Kepala LAN RI Dr. Adi Suryanto, M.Si, Kepala BPSDM Kemendagri Dr. Sugeng Hariyono, M.Pd, Gubernur Provinsi Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP dan Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah serta tamu undangan lainnya.
"Diakhir RPJPN yang pertama di tahun 2025 kita akan memasuki kedalam G12 dan saat ini posisi existing kita adalah G20, capaian yang akan kita wujudkan baik itu diakhir RPJPN yang pertama maupun RPJPN yang kedua di tahun 2045 akan dapat dilakukan manakala para pemimpin pemerintahan memiliki kemampuan kepemimpinan, dan itu memiliki urgensi yang sangat tinggi," Ungkap Sugeng Hariyono.
Dalam sambutannya Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP menyampaikan bahwa ASN harus melayani masyarakat dengan 5 nilai-nilai seorang asn yaitu mudah, murah, cepat, tuntas dan berintegritas, sehingga dalam realitanya pelayanan untuk masyarakat pada dinas terkait pelayanan masyarakat tidak memakan waktu lebih dari 1 menit dan hal itu akan menjadi terbiasa. Dengan kebiasaan tersebut beliau berharap akan memunculkan inovasi dan beliau juga berharap setiap OPD memiliki bank inovasi. Maka bank inovasi menjadi sesuatu yang penting bagi setiap OPD.
"Kita akan menghadapi situasi geopolitik dan eksternal yang sangat cepat, maka kalau birokrasi tidak bisa menangkap sinyal-sinyal itu kita lewat, Mimpi kita 2045 menjadi negara ekonomi terbesar harus menuju kesana, namun kita tidak dapat terus di sandera dengan politik-politik identitas musti kita bereskan, maka residu-residu dari kontestansi pemilihan pimpinan hari ini harus kita selesaika," Ujar Ganjar Pranowo.