Semarang – (30/08/2022) Dalam rangka meningkatkan kompetensi kepemimpinan yang melayani bagi para pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 5 Tahun 2022, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan II. Secara nasional Pelatihan yang ditetapkan Lembaga Administrasi Negara untuk percepatan mewujudkan PNS sebagai agen perubahan (agent of change) adalah Pelatihan Kepemimpinan Pola Baru. Pelatihan Kepemimpinan diperlukan guna memenuhi kesenjangan kapasitas aparatur baik kognitif, Psikomotorik dan Afektif. Pelatihan dilaksanakan dengan metode Blended Learning selama 905 jam pelajaran atau setara dengan 104 hari pelatihan. Acara dihadiri langsung sekaligus dibuka oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah Andi Suryanto, S.STP, M.Si.
Dalam sambutannya Sekretaris BPSDMD Prov Jateng Andi Suryanto, S.STP, M.Si menyampaikan bahwa, Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas akan dibekali kompetensi melayani untuk membangun dukungan dengan semua mitra kerja dan mengantisipasi resistensi perubahan lingkungan. Proses pembelajaran Pelatihan Kepemimpinan Pengawas ini adalah berbasis pengalaman (Experiental Learning), untuk membentuk pemimpin yang berkarakter, pro perubahan dan melayani masyarakat. Pelatihan e-learning ini telah merspon tuntutan cara kerja ASN di era kebiasaan baru (New Normal) yaitu :
- Digital Literacy (Literasi Digital)
- Agile Mindset (Pola Pikir Tangkas)
- Health and Life Balance (Kesehatan dan Keseimbangan Hidup)
- Integrated and Flexible Working Methods (Metode Kerja yang Terintegrasi dan Fleksibel)
- Less For More (Lebih Sedikit untuk Lebih Banyak)
Kepada peserta beliau berpesan, Pelatihan ini bukan pelatihan calon pejabat atau pelatihan menyusun aksi perubahan tapi ini adalah pelatihan membentuk pemimpin perubahan yang melayani. Pelatihan ini telah menjadi bagian dari program besar mewujudkan SDM sebagai aset utama (Human Capital) Indonesia. Identifikasi permasalahan di OPD Peserta, Belanja inovasi sebanyak-banyaknya, rancangan aksi perubahan yang dibutuhkan dan aktualisasikan dalam implementasi aksi perubahan tentunya dengan mengoptimalkan semua sumber daya organisasi.