Semarang - (14/06/2022) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah telah sukses menyelenggarakan pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Ponsel bagi Jabatan Fungsional Rumpun Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022. Pelatihan ini telah dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2022 s/d 14 Juni 2022 dengan metode e-learning dan diikuti oleh 30 Peserta ASN dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dalam acara penutupan kali ini yang dilaksanakan secara virtual dihadiri langsung oleh Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Drs. Mohamad Arief Irwanto M.Si dan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Dra. Sri Widiastuti M.Si serta tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Dra. Sri Widiastuti M.Si kepada Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa dari total realisasi 30 orang peserta, dinyatakan LULUS semua dengan kualifikasi 19 orang sangat memuaskan dan orang memuaskan. Beliau juga menyampaikan 3 peringkat besar, sebagai berikut :
| PERINGKAT | NAMA | INSTANSI | PREDIKAT |
| 1 | Resi Anom Pengayom, S.Hut | Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah | SANGAT MEMUASKAN |
| 2 | Viar Rachmat Adhitama Ody Praditya, S.Hut | Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah | SANGAT MEMUASKAN |
| 3 | Kartika Atyasari, S.Hut, M.URP | Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah | SANGAT MEMUASKAN |
Dalam Sambutannya, Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Drs. Mohamad Arief Irwanto M.Si menyampaikan bahwa, "Tantangan yang dihadapi pada sektor kehutanan dan lingkungan hidup salah satunya masih banyaknya lahan kritis dan sangat kritis di wilayah Jawa Tengah. Di tahun 2018 ada 375.733 HA atau dari 11,54 % luas Jawa Tengah untuk penangan lahan kritis dimaksud. Diperlukan SDM Aparatur yang mampu melakukan ground chek dan kemudian melaporkan ground chek tersebut yang salah satunya adanya titik koordinat lokasi. Pelatihan SIG berbasis ponsel ini telah didesain kurikulum dan pelaksanannya disesuiakan dengan kemajuan dan efektifitas yang hams dihadapi oleh kawan-kawan dari rumpun iingkungan hidup dan kehutanan dilapangan untuk memudahkan dalam penangan tersebut. Hanya membutuhkan ponsel berbasis android dan kualifikasi ram 2-4 giga tanpa adanya jaringan internet diharapkan bisa memudahkan bagi kawan - kawan aparatur dilapangan dalam penangan hal tersebut. Untuk itu saya berharap materi yang Bapak Ibu sudah dapatkan bisa di implementasikan dalam melaksanakan pemetaan dilapangan , pengukuran wilayah dan pengolahan datadata secara akurat". Diakhir sambutannya beliau berharap selain para alumni pelatihan telah mendaptkan ilmu secara teknis terkait SIG berbasis ponsel, namun adanya materi penunjang yang diberikan oleh para narasumber dari widyaiswara juga bisa membantu khususnya kompetensi sosial kultural yang harus dimiliki oleh setiap ASN.