Semarang – Upacara pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II angkatan XIX yang dibuka Gubernur Jawa Tengah bapak H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP beberapa hari yang lalu (Rabu, 11 Juli 2018) memberikan banyak cerita yang istimewa, salah satunya dari Orang Nomor 1 di Jawa Tengah itu. Pada sambutan yang didengarkan seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XIX, peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat III,IV,Latsar dan Tamu undangan Beliau bangga dengan sistem yang dijalankan dalam proses pengembangan kompetensi aparatur khusus yang diselenggarakan di Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah.
“Sistem Pendidikan harus Andragogi, Bapak Ibu terlibat langsung. Klasikan tidak bagus bikin ngantuk , maka saya bangga ada yang tidak lulus 3 orang (Peserta Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan IV), bukan bangga karena ketiga orang yang tidak lulus itu, bangganya adalah sistem kita mengakomodasi sebuah keseriusan” ujar Gubernur pada Sambutan Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XIX.
Ketiga peserta Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan IV yang tidak lulus disampaikan oleh plt. Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Adapun ketidaklulusan dikarenakan beberapa faktor yang wajib namun tidak dipenuhi peserta, yaitu kelengkapan kehadiran di kelas/proses pembelajaran dan tidak mengerjakan serta menyelesaikan proyek perubahan.
Kebanggaan Gubernur Jawa Tengah mendapatkan respon positif bagi manajemen di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. BPSDMD Provinsi Jawa Tengah akan terus menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan baik berupa sarana prasaranan, fasilitator yaitu dengan Widyaiswara yang mengikuti pelatihan serta sikap dan perilaku PNS selaku pelayan bagi para peserta, yang utama dan paling utama adalah mempertahankan akreditasi “A” setiap 5 tahun.