FGD BPSDMD : Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional PNS Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Semarang – BPSDMD Jawa Tengah telah dilaksanakannya kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan topik “Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional PNS Pemerintah Provinsi Jawa Tengah”. Pembukaan diisi dengan sambutan dari Kepala BPSDMD Jateng, Drs. Arief Irwanto, M.Si. dengan menjelaskan bahwa arah kebijakan penting adalah aspek reformasi birokrasi di era 4.0, dan sebagai perubahan besar-besaran untuk program pengembangan kompetensi pada aspek jabatan fungsional.

 Dalam acara ini dipaparkan oleh narasumber dari Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis BPSDMD Jawa Tengah, Tony Agus Budiyanto, S.Sos, M.Si. dan oleh Kepala Unit Penilaian Kompetensi ASN dari Badan Kepegawaian Daerah, Drs. Sukardi M.Si. Melalui virtual zoom pada Selasa (6/10/20).

Dalam FGD ini dihadiri dari 17 OPD Rumpun Kesehatan serta Administrasi dari berbagai Biro Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah.  Pada pemaparan narasumber di FGD tersebut, membahas tentang usulan pengembangan kompetensi jabatan fungsional bagi tenaga kesehatan dan sekretariat daerah. Usulan pengembangan kompetensi tersebut terdiri dari 6 usulan, diantaranya pelatihan BCLS bagi perawat, pelatihan manajemen bangsal bagi perawat, dll.

Dengan adanya FGD ini, diharapkan untuk kedepannya seluruh stakeholder punya tanggung jawab yang sama untuk mengembangkan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui beberapa tahapan. Tahapan pertama, adanya identifikasi terhadap gap kualitas kinerja pegawai, tantangan organisasi, atau dari keinginan pemimpin. Tahapan kedua, setelah dilakukannya identifikasi, perlu memilih model yang sesuai, baik workshop, pelatihan, atau seminar memiliki fokus yang berbeda. Tahapan ketiga, waktu dan anggaran didasarkan pada perencanaan agar dalam pelaksanaan dan pengembangan kompetensi mempunyai alur yang baik sesuai dengan kurikulum yang telah digunakan. Tahalan keempat, perlu pertimbangan berkaitan dengan pilihan materi yang diberikan, siapa orang yang memberikan pelatihan, serta isi materi dan bagaimana hasil dari pelatihan tersebut. Tahapan kelima, diadakan evaluasi dari segi penyelenggaraan untuk mendapatkan informasi keefektifan dari proses penyelenggaraan kegiatan.