Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/bpsdmdjateng/public_html/v1/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

Menumbuhkan Enterpreneurship Organisasi - Sutardi, S.Pi

MENUMBUHKANENTERPRENEURSHIP ORGANISASI

Oleh :
SUTARDI, A.Pi
Widyaiswara Madya Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah
 -------------------------------------------------
Abstrak

Era reformasi memerlukan berbagai tatanan kehidupan dalam tata kelola pemerintahan baik dari reformasi birokrasi, sistem pelayanan prima, etika birokrasi, enterpreneurship birokrasi dan tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menumbuhkanenterpreneurship organisasi.

Enterpreneurship organisasi merupakan bagaimana mengubah pola pikir sumberdaya manusia dalam mengelola sistem, atau pengaturan organisasi yang kaku, kulturis, dan irasional menjadi organisasi yang bersifat memberikan pelayanan yang rasional, tidak kaku dan berbudaya, sehingga pola pikir dari sumberdaya manusia dalam organisasi terus dikembangkan, sehingga Enterpreneurship organisasi berarti tekad mengembangkan usaha dari sumberdaya manusia-sumberdaya manusia yang ada di dalam suatu organisasi.

Enterpreneur dapat ditumbuhkan dari dalam melalui pengembangan diri seseorang, dan dari luar yaitu lewat pengembangan usaha atau bisnis, sebaiknya dilakukan secara simultan sehingga terjadi komunikasi intrapersonal secara jujur dengan diri sendiri dan orang lain. Konsep yang sesuai untuk melakukan hal tersebut adalahlearning by doing atau belajar dengan tindakan, dan rumus yang digunakan adalah SQ3R yaitu survey, question, read, remaind, read again (penelitian, bertanya, membaca, ingat dan baca lagi).

Suatu komitmen bahwa sumberdaya manusia dalam mewirausahakan organisasi mengemban 9 (sembilan) pilar karakter yaitu 1) cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya, 2) tanggungjawab, kedisiplinan dan kemandirian, 3) kejujuran, 4) hormat dan santun, 5) kasih sayang, kepedulian dan kerjasama, 6) percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, 7) keadilan dan kepemimpinan, 8) baik dan rendah hati, 9) toleransi, cinta damai dan persatuan.

Guna mendukung enterpreneurship organisasi dibutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki 4 ciri yaitu percaya pada diri sendiri, mampu melihat dan menilai kesempatan bisnis, beorientasi pada tindakan,danmampu merumuskan strategi dan cara meraihnya, serta 6 (enam) sosok yaitu percaya diri, berorientasi tugas dan hasil, pengambil keputusan, pemimpin, orisinalitas, dan berorientasi kedepan.

Kata kunci : Enterpreneurship, organisasi, menumbuhkan, karakter

-----------------------------------------
 

A.         DEFINISI ENTERPRENEURSHIP ORGANISASI

Istilah wirausaha (enterpreneurship) berasal dari bahasa perancis “enter” dan “preneur” atau “pedre”. Enter berarti masuk ke dalam, dan pedre berarti mengusahakan. Sehingga enterpreneurship berarti kewirausahaan atau tekad mengembangkan usaha. Menurut John J. Kao kewirausahaan adalah usaha untuk menciptakan nilai tambah melalui pengenalan terhadap peluang bisnis, manajemen pengambilan resiko dan komunikasi sedangmenurut Robert D. Hisrich wirausaha diartikan sebagai seseorang yang membawa sumberdaya, pekerja, material dan aset lain menjadi suatu kombinasi yang membuat mereka memiliki nilai yang lebih tinggi daripada sebelumnya, seorang wirausaha juga memperkenalkan perubahan dan inovasi.

Sumberdaya manusia dalam organisasi akan menjadi pilar pokok yang menjamin apakah organisasi tersebut masih dapat eksis dan selanjutnya organisasi yang eksis tersebut dapat berkembang usaha-usaha yang ada dalam organisasi. Kalimat mewirausahakan organisasi adalah bukan bagaimana organisasi tersebut melakukan wirausaha untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, namun mewirausahakan organisasi disini berarti mengubah pola pikir sumberdaya manusia dalam mengelola system, atau pengaturan organisasi yang kaku, kulturis, dan irasional menjadi organisasi yang bersifat memberikan pelayanan yang rasional, tidak kaku dan berbudaya, sehingga pola pikir dari sumberdaya manusia dalam organisasi terus dikembangkan.Untuk menjadi eksis dan berkembangnya sebuah organisasi dibutuhkan adanya upaya penumbuhan kewirausahaan (enterpreneurship) organisasi dari sumberdaya manusia organisasi yang ada di dalamnya.Enterpreneurshiporganisasi berarti tekad mengembangkan usaha dari sumberdaya manusia-sumberdaya manusia yang ada di dalam suatu organisasi.

B.         ANGGAPAN LAMA DAN BARU

Di era otonomi daerah konsep mewirausahakan organisasi sangatlah baik untuk diterapkan karena dengan adanya otonomi membuat setiap daerah berupaya untuk mengatur organisasi yang didalamnya terdapat sumberdaya manusia dalam melaksanakan tugas agar dapat berjalan secara akuntabilitas, responsive, inovatif dan professional serta entrepreneur,entrepreneur disini berarti pemerintah daerah mempunyai semangat kewirausahaan dimana sumberdaya manusia dalam organisasi diusahakan lebih inovatif dalam memberikan pelayanan publik agar dapat menjawab perkembangan masyarakat di era globalisasi.

Kewirausahaan anggapan lama menyebutkan bahwa kewirausahaan itu dilahirkan bukan dibentuk, namun era jaman sekarang wirausaha dapat ditumbuhkan baik dari dalam yaitu melalui pengembangan diri seseorang, dan bisa juga dari luar yaitu lewat pengembangan usaha atau bisnis.

Sebaiknya penumbuhan wirausaha baik dari dalam maupun dari luar ini dilakukan secara simultan, artinya di samping seseorang belajar berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan dirinya juga melibatkan diri atau melakukan langsung satu usaha (bisnis), dengan demikian akan terjadi komunikasi intrapersonal secara jujur dengan diri sendiri dan proses komunikasi dengan orang lain yang berangsur-angsur akan dapat membuka diri kita. Sehingga hal-hal yang tersembunyi lama-kelamaan akan menjadi terbuka, oleh karena itu untuk menumbuhkan wirausaha pengembangan diri dan bisnis perlu dilakukan sejalan. Kita perlu menjelajah ke dalam diri kita sekaligus menjelajah ke luar pada saat yang bersamaan.

Enterpreneurship harus dianggap sebagai belajar, dan belajar tidak ada habisnya perlu terus belajar hingga berhasil. Konsep yang sesuai untuk melakukan hal tersebut adalah learning by doing atau belajar dengan tindakan, dan rumus yang sering digunakan adalah SQ3R yaitu survey, question, read, remaind, read again(penelitian,bertanya, membaca, ingat dan baca lagi). Dalam eterpreneur organisasi yang berkaitan dengan sumberdaya manusia penerapan SQ3R perlu dimaknai sebagai ujud perubahan yang secara kontinyu dan berkelanjutan karena merupakan suatu proses dalam menciptakan perubahan dari konsep statis menjadi dinamis dan rasional. Makna remaind atau ingat adalah apa yang kita ketahui, caranya adalah “mengerjakannya kepada orang lain” minimal ceritakanlah kepada satu orang tentang apa yang telah diketahui sehingga apa yang kita ketahui akan lebih melekat.

 

C.         MENGAPA ENTERPRENEURSHIP ORGANISASI DIPERLUKAN

Organisasi yang berkembang menuntut adanya sumberdaya manusia yang kompeten dalam mencapai tujuan, berbagai upaya untuk itu telah banyak dllakukan oleh manajemen sejak rekruiting sumberdaya manusia atau melalui jalur penelusuran minat dan bakat, namun masih saja terjadi beberapa ketimpangan yang sering muncul oleh adanya kekurang mampuan atau kekurangan kompetensi dalam melaksanakan pekerjaan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Untuk itu sumberdaya manusia dalam organisasi baik secara individu dan bersama-sama meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan membentuk sikap untuk selalu mengayomi, ngayemi dan ngayahi kepada setiap orang yang membutuhkan terhadap dirinya. Menjadikan organisasi yang produktif dengan meningkatkan efisiensi kerja, meningkatkan efektifitas kerja dan meningkatkan produktivitas kerja, inilah yang diharapkan dari menumbuhkan jiwa wirausaha dalam organisasi.

Enterpreneurship organisasi diperlukan agar sumberdaya manusia dalam organisasi tersebut mampu mengubah situasi kehidupan organisasi yang pada hakekatnya adalah perubahan (change) diharapkan ke arah yang lebih baik.

Pada umumnya hanya sedikit jumlah manusia yang bersedia mengambil resiko untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik, hanya orang-orang yang berjiwa wirausahalah yang berani mengambil kesempatan untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Wirausaha sejati adalah orang yang selalu berubah dan berkembang, dan orang-orang seperti inilah yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi.

Manusia sebagai makhluk sosial dan umat Tuhan, mempunyai akhlak yang mulia, hidup bermasyarakat dan mempunyai salah satu sifat yang mulia yaitu ikhlas, atas dasar itu sumberdaya manusia dalam organisasi mengemban 9 (sembilan) pilar karakter yaitu 1) cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya, 2) tanggungjawab, kedisiplinan dan kemandirian, 3) kejujuran, 4) hormat dan santun, 5) kasih sayang, kepedulian dan kerjasama, 6) percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, 7) keadilan dan kepemimpinan, 8) baik dan rendah hati, 9) toleransi, cinta damai dan persatuan.

Dari uraian diatas menjadi suatu komitmen bahwa mewirausahakan organisasi merupakan suatu tuntutan dalam era reformasi untuk ditumbuhkan agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam mengelola tata pemerintahan menjadi lebih berjiwa enterpreneur.

D.         CIRI-CIRI SDM UNTUK MENDUKUNG ENTERPRENEURSHIP ORGANISASI

Untuk mendukung enterpreneurship organisasi dibutuhkan sumberdaya manusia-sumberdaya manusia yang memiliki ciri sebagai berikut :

  1. Mempunyai kepercayaan kepada diri sendiri, kemampuan mengambil resiko, fleksibilitas, keinginan untuk mencapai sesuatu, dan keinginan untuk tidak tergantung pada orang lain.
  2. Mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis (usaha), mengidentifikasi dan mengumpulkan sumberdaya yang dibutuhkan guna mendapatkan nilai tambah atau keuntungan, dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan keputusan yang diraihnya menjadi sukses.
  3. Beorientasi pada tindakan, dan bermotivasi tinggi dengan mengambil resiko dalam mencapai tujuannya.
  4. Mempunyai kemampuan merumuskan strategi dan cara meraihnya dalam berbagai situasi dan kondisi yang ada, demi kepentingan organisasi.

Organisasi selalu harus berkembang atau berubah untuk menumbuhkan sumberdaya manusia yang memiliki ciri-ciri tersebut diatas agar dapat membawa organisasi yang dinamis dan situasi kehidupan yang lebih baik.

 

E.          SOSOK SDM UNTUK MENDUKUNG ENTERPRENEURSHIP ORGANISASI

Pengelolaan sumberdaya manusia dalam organisasi sering memper-timbangkanskill dan perilaku dalam organisasi. Untuk mendukung enter-preneurship organisasi dibutuhkan sosok sumberdaya manusia yang antara lain :

  1. Percaya diri, sosok sumberdaya manusia yang percaya diri akan didukung oleh watak (personality)yang memiliki keyakinan, mandiri (tidak tergantung kepada orang lain)
  2. Berorientasi kepada tugas dan hasil, sosok sumberdaya manusia yang beorientasi tugas dan hasil akan didukung oleh watak (personality) yang selalu butuh prestasi, berorientasi laba, tekun dan tabah, bertekad kerja keras, selalu memiliki motif (dorongan) yang kuat, energitik dan penuh inisiatif.
  3. Pengambil keputusan, sosok sumberdaya manusia pengambil keputusan akan didukung oleh watak personality yang suka tantangan, suka resiko, dan beranggapan tanpa ada resiko tidak akan datang rejeki, dan selalu ber-tanggungjawab atas perbuatannya.
  4. Pemimpin, sosok sumberdaya manusia pemimpin akan didukung oleh watak (personality) yang selalu berusaha di depan, mudah bergaul (friendship), memiliki banyak sumber, serba bisa (multi talent), dan tahu banyak (multi understand).
  5. Memiliki orisinalitas, sosok sumberdaya manusia yang memiliki orisinalitas akan didukung oleh watak atau personality yang pembaharu(inovatif), kreatif,luwes (fleksibel), memiliki banyak sumber, serba bisa (multi talent), dan tahu banyak (multi understand).
  6. Berorientasi ke depan, sosok sumberdaya manusia yang berorientasi ke depan akan didukung oleh watak atau personalityyang perspektif, dan berpandangan jauh kedepan (future orientation).

Semakin banyak watak atau personality yang mampu mengembangkan jiwaenterpreneurship seseorang dalam organisasi akan semakin maju dan dinamis organisasi tersebut, dan yang diharapkan bukannya enterpreneurship individu namunenterpreneurship kolektif sumberdaya manusia-sumberdaya manusia manusia yang ada dalam organisasi, sehingga dapat menjamin eksistensi dan pengembangan organisasi.

--------------------------------
 
PUSTAKA

Anonimous, Dasar-Dasar Kewirausahaan, PT. Gramedia, Jakarta, 1998.

Anonimous, Budaya Organisasi, Departemen Pertanian, Badan Pengembangan SDM Pertanian, Jakarta, 2005.

Davis, K dan JW. Newstrom, Perilaku Organisasi, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1994.

Miftah Thoha, Perilaku Organisasi, P.T. Raja Grafido Persada, Jakarta, 1994.

Soedijanto, Organisasi, Kelompok dan Kepemimpinan, Pendidikan Guru Pertanian (PGP), Ciawi, Bogor, 1978.

Syamsuddin Abbas, Pemimpin dan Pengusaha Agribisnis Berkarakter Meraih Sukses Hakiki, Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia (YAMPI), Jakarta, 2008.

Yusuf Suhardi, Drs, M.Si, Kewirausahaan, Ghalia Indonesia, Bogor, 2011.

---------------------------