Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/bpsdmdjateng/public_html/v1/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

Gestur Pemimpin Yang Jujur, Sederhana, Berani dan Merakyat : Masa Depan Indonesia - Sudirman Mustafa, SH, M.Hum

GESTUR PEMIMPIN YANG JUJUR, SEDERHANA, BERANI DAN MERAKYAT : MASA DEPAN INDONESIA

Oleh :
 Sudirman Mustafa, SH., M.Hum
Widyaiswara Madya Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah
 
ABSTRAK

Hampir genap, enam puluh sembilan tahun berjalan, suatu rentang waktu yang cukup lama diatas setengah abad, setiap saat itu pula bangsa Indonesia yang besar dan kaya raya ini selalu memperingati hari Ulang Tahun Kemerdekaannya, sejalan dengan umur bangsa yang sudah tidak terhitung muda lagi, suksesi kepemimpinan Nasionalpun silih berganti, namun hati meratap, mata menatap, pikiran merenung, air mata menetes, mengharap iba, dan ridhoNya, akankah tanggal 9 Juli 2014 turun sang Khalifah yang akan memimpin 240 juta umat manusia, yang tersebar dari Sabang sampai ke Merauke yang memiliki gestur pemimpin yang Amanah, Fathonah, Tabliq, dan Siddiq. Hembusan angin, kicauan burung, lambaian padi disawah, deburan ombak laut nan indah, kilauawan sinar logam mulia, seakan-akan sudah tidak sabar lagi menanti kehadiran sang pemimpin bangsa yang lengkap dengan Visi dan Misinya, dengan gaya kepemimpinan yang sederhana, berani, jujur, tegas, mandiri, dan tidak hidup dibawah ketiak kekuasaan bangsa asing. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea ke 4 bahwa tujuan bangsa secara eksplisit disebutkan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, jangan sampai sebaliknya masyarakat Indonesia semakin miskin, dunia pendidikan tidak semakin maju, karena kekayaan alam yang dikandung dalam perut bumi dari sabang sampai Merauke hanya diperuntukkan untuk kepentingan asing, dan para pejabat dan para pemimpin yang dipilih oleh rakyat yang sejatinya kembali untuk rakyat.      

Keyword : Gestur pemimpin Indonesia, tujuan Bangsa, Jujur, Sederhana, Pilpres, Demokrasi Pancasila.

 

A.        Latar Belakang  

Kemerdekaan 17 Agustus 1945 kurang dua bulan lagi akan kita peringati sebagai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke enampuluh Sembilan (69) suatu usia yang sudah cukup matang dan mapan. Dirgahayu bangsaku, dengan disertai semangat perjuangan karena perjuangan kita belum selesai, untuk mencapai seluruh cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.

Dalam perjalanan hidup bangsa Indonesia selama enampuluh Sembilan tahun setelah merdeka sudah banyak hal yang sudah dicapai baik dalam bidang ekonomi, politik, infra struktur, supra struktur, akan tetapi kita juga cukup prihatin dengan kondisi penegakan hukum, kemiskinan, korupsi, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat yang dalam hal ini tercermin dalam Dasar Negara Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi semakin terhempas dalam kehidupan reformasi demokrasi yang berkiblat ke dunia Barat menjadi euphoria utama.

Jati Diri Bangsa Indonesia adalah Pancasila, dan sudah jelaslah suatu landasan konstitusional Indonesia adalah Undang-Undang Dasar 1945, maka agar dapat memahami keragaman, heterogenitas etnis, budaya, agama, pemimpin harus mempelajari berbagai persiapan menjelang lahirnya Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Pada tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 suatu fondamen yang mendasar ketika para pendiri bangsa ini menyampaikan beberapa gagasan mereka, diantaranya adalah Mr. Soepomo yang menginginkan terbentuknya Negara Indonesia yang terintegralistik. Dalam pidatonya pada siding BPUPKI tersebut Soepomo menghendaki adanya jaminan bagi pimpinan Negara terutama Kepala Negara harus terus menerus bersatu dengan rakyat dan untuk menguatkan dan mewujudkan harapan itu sistem susunan pemerintahan Indonesia harus dibentuk system badan permusyawaratan. Soekarno, pada tanggal 1 Juni 1945 dalam ketakutannya dengan Negara kapitalisme, menolak secara implisit lembaga legislatif seperti Amerika Serikat sebagai Negara kapitalis, sejatinya Indonesia memang sudah menjadi incaran Negara-negara asing dengan sistem kapitalismenya. Indonesia adalah Negara berdaulat, dengan sistem politik yang bebas aktif, memerankan ekonomi dengan sistem ekonomi kerakyatan harus bebas dari pengaruh asing. Seiring dengan hal tersebut apakah ada gestur pemimpin bangsa Indonesia yang berani menampik pengaruh asing alias Negara-negara kapitalisme yang ingin semakin nyaman menikmati kekayaan bumi Indonesia. Siapapun yang terpilih memimpin bangsa ini pada tanggal 9 Juli 2014, Prabowo atau Jokowi, pemimpin harus berani berdiri di kaki bangsa ini sendiri, mampukah diantara dua pasangan calon Presiden-Wakil Presiden Prabowo-Hatta, dan Jokowi-Yusuf Kala mampu mewujudkan kekhawatiran Soekarno ketika menjelang lahirnya Republik ini terhadap Negara-negara kapitalisme, terutama Amerka Serikat yang memiliki banyak kepentingan, mulai dari Freeport sampai dengan isu HAM.

Pada tanggal 18 Agustus 1945 merupakan tonggak yang amat bersejarah terhadap sistem pemerintahan Republik ini, karena disyahkannya sistem pemerintahan Republik Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dengan sistem Presidensial. Sistem Presidensial merupakan pilihan dengan didasari empat alasan atau refrensi menurut para pendiri bangsa dan pembentuk konstitusi, sebagai berikut :

1.    adalah dengan telah menambah jajaran suatu Negara iyang berdaulat di dunia, yang telah mendapat pengakuan dari seluruh bangsa dibelahan bumi, itulah Indonesia yang memiliki karateristik geografis, demografis, kultur, bahasa, warna kulit, dan apabila dibandingkan dengan karateristik dengan Negara-negara lain dibelahan dunia ini. Kondisi Negara Indonesia yang berbeda dengan Negara lain tercermin dari kondisi wilayah Indonesia yang meliputi 17.108 pulau yang terbentang dari Sabang sampai ke Merauke dengan dipisahkan oleh perairan laut nan luas dan indah penuh dengan kekayaan alam yang tidak dimiliki oleh semua Negara, dihuni oleh penduduk 240.000.000 juta jiwa yang terdiri dari 450 Etnis atau suku bangsa yang berbeda, agama dan pluralitas budaya daerah yang memiliki khas dan corak masing-masing. Penganut agama Islam berkisar 85 sampai dengan 90 % sedangkan agama lainnya adalah Katholik, Protestan, Hindu, dan Budha, bahkan agama Kong Fut tzu 10 %  dari jumlah keseluruhan penduduk di Indonesia. Dari sekian jumlah penduduk Indonesia tersebar menghuni sekitar 6.000 pulau, dengan media komunikasi bahasa Indonesia sekitar 10 sampai dengan 15 % (Arief Budi Wirianto, Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadiyah Malang, Modul KDRB, LAN 2008). Sebagian besar penduduk Indonesia yang dapat berbahasa Indonesia tinggal di Perkotaan, yang berarti sebagai besar penduduk Indonesia tinggal di perdesaan.

2.   Kekayaan karateristik bangsa Indonesia yang sangat beragam dengan kondisi Negara yang sedang berkembang, dengan keterbatasan teknologi, pemerintah berusaha untuk meningkatkan sektor pendidikan agar bangsa Indonesia dapat beradaptasi dan menghadapi dunia global dengan pertumbuhan ekonomi, teknologi informasi, perdagangan bebas setara dengan Negara-negara didunia. Dari Perkembangan dunia global tersebut kekayaan karateristik bangsa yang beragam tersebut dapat dijadikan suatu modal yang terintegralistik, menjadi sinergi antar sosial budaya yang dapat memperkuat dan meperkokoh NKRI sebagai suatu bangsa yang memiliki paham Kebangsaan Bhinneka Tunggal Ika, yang semakin mantap.

 

B.         Gestur Pemimpin Masa Depan

Gaung reformasi Birokrasi di Indonesia mulai mengemuka kembali sejak lahir era reformasi tahun 1998, terutama setelah bangsa Indonesia dilanda berbagai macam permasalahan krisis yang tak berkesudahan dengan silih berganti permasalahan-permasalahan srategis muncul merupakan implikasi dari kelemahan sistem organisasi pemerintahan yang carut marut, termasuk akibat dari perilaku kepemimpinan organisasi di seluruh negeri ini, yang tidak memiliki kemampuan memimpin bangsa dan Negara ini. Perkembangan ekonomi yang tak kunjung meningkat, korupsi semakin membudaya, pelayanan publikpun tak kunjung prima, akibat dari budaya suap disana sini semakin tak dapat dikendalikan. Pelayanan publik yang berkualitas dan baik tak terlepas dari bagaimana Kepemimpinan sebuah organisasi yang menjalankan roda administrasi pemerintahan sebagai garda paling depan dari sebuah birokrasi. Permasalah utama adalah pemerintah tidak atau belum memiliki dan membuat grand design reformasi birokarasi yang memiliki visi dan misi yang mengarah kepada pengembangan kreativitas, tujuan, sasaran, tim work, networking, yang hendak dicapai sebagai tujuan sebuah organisasi birokrasi. Dengan demikian jelaslah bila kita melihat kondisi yang terjadi di Republik Indonesia ini seperti sebuah Negara yang gagal (failed States), maka tidak salah lagi jabawannya kunci untuk mengatasi kegagalan itu adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kualitas yang tinggi, yang dapat diraih apabila kita memiliki Kepemimpinan Nasional yang hebat, dan berkualitas dari berbagai macam aspek kemampuan. Kali ini pada tanggal 9 Juli 2014 bangsa Indonesia mendambakan gesture kepemimpinan yang bisa mencerminkan kehidupan yang merakyat, sederhana, jujur, yang memiliki visioner dalam ekspektasi membangun sebuah bangsa yang bermartabat, dalam ekonomi, teknologi, serta memiliki karakter bangsa yang seimbang, antara sosok Jokowi dan Prabowo, yang kedua-duanya adalah sosok anak bangsa yang memiliki kualitas kinerja tinggi sebagai aset bangsa yang akan memimpin Indonesia 5 (lima) tahun ke depan. Menurut Peter F. Druker, para pemimpin bangsa abad 21 haruslah memiliki Sumber Daya Manusia yang mempunyai kemampuan paling sedikit 3 bidang kemampuan atau kompetensi, yang disebut :

1.         Kemampuan kepribadian,

2.         Kepemimpinan, maupun;

3.         Kepemimpinan dibidang organisasi. (M.H. Matondang, 2008).

   Kemudian dari tiga komponen besar tersebut, maka pemimpin sebuah bangsa atau Negara  haruslah dapat memahami dan belajar siapa dirinya, apa yang berarti bagi kehidupannya, dan kemudian mempunyai keberanian untuk bertindak dan memperjuangkannya. Joko Widodo Calon Presiden, yang juga Gubernur DKI Jakarta asal Solo mendemonstrasikan model kepemimpinan tersebut dengan tidak mementingkan diri sendiri, terbukti ia selalu keluar masuk pasar tradisional, turun ke gorong-gorong jalan, membaur kepada wong cilik pada semua tingkat kehidupan masyarakat. Sebagai calon Presiden beliau telah mendeklarasikan membangun integritas  untuk tidak berbuat korupsi. Jokowi menempatkan orang lain di depan dirinya adalah suatu kunci kemimpinan sukses, sampai mau masuk kedalam gorong-gorong drainase, menceburkan dirinya kearus banjir, mencari aspirasi rakyat secara langsung, mencari solusi bagi kehidupan rakyat yang lebih baik.    Jokowi selalu masuk kedalam kantong-kantong masalah, untuk itu belia akan berjanji untuk membangun bangsa ini dengan konsep hidup sederhana, "Dari perspektif Prabowo, adalah sosok pimpinan militer dimasa lampau, dia adalah sosok pemimpin yang tegas dan berani, sebagai mantan pangkostrad, danjen Kopasus pengalaman territorial sangat besar, dan dapat melihat wilayah dengan kemampuan yang sangat cerdas. Sosok militer yang ia miliki dimasa lampau juga menjadi modal untuk juga dapat memimpin Indonesia lima tahun mendatang. Kedua anak bangsa ini sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam memimpin Indonesia, maka demokrasi Pancasila sebagai landasan berpijak, arah dan pandangan pembangunan seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena sejak Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 telah menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia dan filsafah Bangsa. Oleh karena itu kedua calon presiden RI lima tahun kedepan harus mengedepan Demokraasi Pancasila ketimbang kapitalisme, maupun libralisme, dalam rangka mensejahterakan rakyat Indonesia. Oleh karena itu kehidupan berbangsa dan bernegara dibawah salah satu calon pemenang presiden RI, maka demokrasi Pancasila harus diperkuat oleh kesadaran bangsa Indonesia bahwa Pancasila adalah jatidiri bangsa yang sudah paten..  Sesungguhnya bahwa Indonesia di dalam Dasar Negara Pancasila tidak pernah terdapat kalimat demokrasi, namun dalam kata demokrasi ada dalam bangsa Indonesia sejak jaman kerajaan sriwijaya, namun didalam Pancasila pengertian demokrasi disebut Kerakyatan.

Oleh karena pelaksanaan demokrasi didalam kehidupan satu bangsa tidak dapat lepas dari jatidiri dan budaya bangsa, maka Demokrasi di Indonesia tidak dapat dilandasi pandangan hidup yang bukan Pancasila, seperti pandangan hidup dunia Barat yang mengedepankan individualism dan libralisme, maka untuk yang memimpin Negara Indonesia lima tahun kedepan haruslah memiliki wawasan pri kehidupan yang dilandasi oleh Pancasila. Oleh karena itu Prabowo dan Jokowi harus mampu mengeliminir demokrasi yang berlandaskan Demokrasi Barat, yang Individualisme-individualisme, yang sudah merebak di Indonesia sejak reformasi tahun 1998, yang seharusnya tidak terjadi di Indonesia sebagai Negara yang berlandaskan Pancasila. Sejak Bangsa Indonesia menyiapkan Kemerdekaan pada tahun 1945 selalu menjadi pertanyaan bagaimana system pemerintahan yang tepat dan paling bermanfaat untuk bangsa Indonesia. Dengan kemudian ditetapkannya filsafah dan Pandangan Hidup Bangsa serta Dasar Negara Republik Indonesia, mulailah jelas apa yang menjadi Tujuan Bangsa Indonesia, maka mulai sekarang, semakin jelas apa tujuan bangsa Indonesia yang akan menjadi tanggungjawab Jokowi ataupun Prabowo sebagai calon presiden yang mempunyai tanggungjawab untuk melaksanakan dan mewujudkan tujuan bangsa Indonesia yang dirumuskan dan disetujui oleh Undang-Undang Dasar 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945.

Dapat dikatakan bahwa para calon presiden Republik Indonesia Prabowo dan Jokowi harus dapat menyelamatkan sistem Demokrasi kenegaraan yang sekarang dianut oleh bangsa Indonesia, Demokrasi adalah system kenegaraan yang mengakui dalam Negara itu Kedaulatan ada di tangan Rakyat, hal ini yang memungkinkan semua warga dan bangsa Indonesia mempunyai kesempatan untuk mewujudkan aspirasinya. Atinya bahwa menjadi pemimpin atau presiden RI haruslah dapat mengembangkan Kedaulatan Rakyat untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Dalam sejarah umat manusia tampak bahwa demokrasi berkembang sesuai dengan kondisi bangsa yang bersangkutan, termasuk nilai-nilai budayannya. Dengan begitu tiap-tiap bangs mempunyai caranya sendiri-sendiri untuk mewujudkan demokrasi.

   Kalau di Eropa Barat, sekalipun bangsa-bangsa di Eropa mempunyai banyak kesamaan budaya, pandangan hidup dan adat istiadat, namun demokrasi yang diwujudkan di masing-masing bangsa Eropa Barat tidak sama. Hal tersebut dapat dilihat perwujudan demokrasi di Prancis, Inggris, yang kedua-duanya tidak sama, kemudian Amerika dan Inggris yang sama-sama Negara Anglo saxon terdapat perbedaan besar dalam pelaksanaan demokrasi. Untuk itulah, maka demokrasi Pancasila yang harus menjadi landasan semua bentuk perilaku bangsa Indonesia, maka bangsa ini haruslah super berhati-hati ketika Negara-negara Eropa seperti Inggris dan Amerika Serikat, inging mengembuskan nafas demokrasi mereka di Indonesia dengan berdalih pelaksanaan ataupun pelanggaran HAM. Untuk itulah kekuatan dan ketajaman Visi dan Misi Calon presiden Prabowo dan Jokowi pada era reformasi yang eforia yang cenderung berlebihan dengan tidak mencerminkan tata kehidupan budaya Demokrasi Pancasila, dengan kerakyatannya.

 

C.         KESIMPULAN :

1.    Bangsa dan Masyarakat Indonesia pada era reformasi saat ini mengalami pasang surut kepercayaan terhadap pemimpin bangsa, masyarakat dan rakyat Indonesia mendambakan pemimpin yang sederhana, jujur, berani, dan merakyat, yang menggambarkan serta bisa membawa aspirasi rakyat kecil..

2.      Keran Reformasi yang telah dibuka sejak kejatuhan pemerintahn Orde Baru dibawah kepemimpinan presiden Soeharto tahun 1998, dan telah bergulir sampai era reformasi didengungkan tahun 2014, telah membawa warna segala aspek roda pemerintahan, ekonomi, politik, sosial dan budaya, serta jalannya roda pemerintahan di daerah, yang dikenal dengan Otonomi Daerah;

3.    Perubahan era Orde Baru ke era Reformasi, juga membawa system pemilihan presiden RI, yang lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan pemilu presiden secara langsung, dengan membawa berbagai macam konsekwensi hukum, diantaranya adalah munculnya money politic, anggaran pilpres super besar, dan pilpres membuka peluang untuk dapat dilaksanakan lebih dari satu putaran;

4.      Sistem Demokrasi Pancasila yang sudah tumbuh sejak berdirinya kerajaan Sriwijaya, dan Majapahit, dengan bergulirnya era reformasi, maka eksistensi demokrasi Pancasila semakin terkikis dan pudar dari kehidupan berbangsa, dan bernegara, serta bermasyarakat di Indonesia.

5.     Pemilu Presiden RI pada tanggal 9 Juli 2014, harus dan wajib sukses dan berhasil, dengan tanggungjawab berada ditangan seluruh masyarakat Indonesia dengan tidak melakukan GOLPUT. Siapapun calon presiden yang akan terpilih.

6.      Melalui media suksesi kepemimpinan presiden RI tahun 2014, bagi presiden terpilh untuk membangun kembali degradasi demokrasi Pancasila bangsa kita, yang telah menjadi gestur dan jati diri bangsa Indonesia.

--------------------------------
 
DAFTAR PUSTAKA

Lima Langkah Membangun Pemerintahan Yang Baik, Prof. Dr. M. Dimyati Hartono, S.H.

Prinsip-prinsip Negara Kesatuan dan Desentralisasi Dalam NKRI, Dr. H.M. Arief Mulyadi, S.H., M.Si., WU.

Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Modul Pim Tingkat III LAN 2008

Kepemimpinan Dalam Organisasi, Modul Pim Tingkat III, LAN 2008.